Halo,namaku Chaca.Aku sekolah di SD Global Islamic School.Umurku 8 tahun.Aku ingin bercerita tentang pengalamanku mempunyai point di rumah.Pengalaman ini mungkin akan menarik teman-teman untuk ikut mencobanya juga!Karena,tertib bersama point itu menyenangkan,lho!Mulanya,mungkin orangtuaku merasa aku tidak tertib di rumah.Jadi,Bunda dan Ayahku menyuruhku membuat point ketertiban.Aku setuju,lalu saat malam Minggu,kami membuat tabel point itu.Karena baru memulai pelaksanaan point sekarang,maka yang sudah lewat dikerjakan tadi,tidak terhitung di point.Point baru dimulai sekarang,kan?
Peraturannya,aku harus membuat tabel di kertas yang akan ditempel di kulkas.Setiap tabel diisi judul berbeda.Misalnya,tabel yang pertama judulnya ‘Sholat Tepat Waktu’ maka aku harus sholat tepat waktu agar aku mendapat satu point untuk tabel itu.Peraturan point itu berjalan dengan baik.Dalam beberapa hari,pointku terus bertambah.Tapi,aku jujur menambahkannya.Kalau aku jujur dan di akhir totalnya pointku 250 jumlahnya,Bunda akan membelikan buku favoritku.
Agak susah juga melapor kalau aku melakukan sesuatu yang berkaitan dengan tabelku.Misalnya,aku baru selesai membereskan buku pelajaran,dan aku mau menambahkan satu point untuk tabel ‘Membereskan Buku’,aku harus lapor pada Bunda dulu.Apalagi kalau Bunda sedang pergi.Bisa saja aku melapornya setelah pulang.Aku bisa jujur.Selama ini aku jujur menambahkan pointnya.Ternyata pointnya manjur,lho!Aku lebih tertib karena ingin mencapai target 250 point itu.
Aku jadinya bergantung sama point itu.Aku sering mengerjakan perbuatan untuk menambahkan point.Kalau kegiatannya tidak untuk point aku tidak mau kerjakan.Hehe.. Aku juga jujur kalau minus-minusan point.Tapi,selama ini belum pernah pointku diminus,kok.Pointku diminus kalau aku berantem sama adikku.Kami sering bertengkar,sih.Biar takut ribut aja,gitu.Jadinya,sekarang adikku jarang nangis karena gak kuledekin lagi.Aku kan memang sering ledekin adikku.
Kenapa aku harus jujur?Ya,iya,dong!Kalau tidak jujur menambahkan pointnya,langsung asal-asalan saja,semua pasti bingung,bukan,dari mana pointnya berasal,belum sehari,kok tiba-tiba 25 point langsung?Kan,itu bohong.Sama sekali nggak nyambung,kan? Allah kan Maha Melihat.Lagipula,Bunda dan Ayah pasti heran,kan?Bagaimana mungkin ‘Mandi Cepat’ pointnya sehari naik 5 point?Emang ada yang mandi 5 kali sehari?
Aku buktikan sendiri,kok.Ini baru 7 hari 8 malam pemakaian point.Tapi belum juga 10 hari,pointku ngebut jadi 103 point dan mungkin bisa lebih.Ternyata,gampang meraih point itu.Asal,kita jujur,dan tertib melakukannya!Kalau dikira-kira,mungkin sebentar saja aku sudah memegang satu buku bahasa inggris!Insya Allah.Eh,Bunda juga sering lihat aku tambah terus,lho.Tapi Bunda tidak pernah menuduhku curang.Soalnya,ada buktinya.Kalau aku menambah point ‘Mengarang Cerita’, Bunda pasti lihat komputer membuka Microsoft Office Word.
Kata Bundaku,tiap hari aku akan dapat 10 point.Tapi Bunda salah.Sehari,13-12 point bisa kujangkau.Tak heran aku bisa dapat banyak point.Tapi itu juga harus pakai kejujuran.Adikku bisa lho,sehari tidak nulis point.Tidak tahu kenapa.Tapi yang kutahu,point ade tidak bertambah karena dibiarkan begitu saja.Padahal,harusnya ade itu punya point banyak,lho!Aku juga heran.
Sampai hari ini pun point masih berlanjut.Dampak kejujurannya pun makin kelihatan.Bunda kaget lho,saat aku beritahu pointku setelah 2 minggu setengah ini jadi 213!Tapi Bunda gak pernah bertanya-tanya,kok!Kalau sudah beberapa hari tidak menulis point,saat mau ditulis untuk menggantikan yang sudah tidak ditulis beberapa hari itu,harus diingat,Tidak boleh sembarang menulis asal saja.Untuk point ini,harus pakai kejujuran.Kalau aku lupa menulis point yang mana,Bunda bilang boleh tambahkan,tapi harus jujur!
Mungkin sekian dulu,ya ceritaku teman.Mungkin aku akan bercerita tentang kejujuranku lain waktu.Pesanku sih,jangan suka bohong,baik di bulan Ramadhan ataupun di bulan lainnya.Ingat,orang jujur pasti disayang Allah dan disukai oleh orangtua dan teman-teman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar